Filipina meluncurkan program vaksinasi COVID-19

Jakarta [Philippines], 2 Maret (ANI): Di tengah perlawanan publik terhadap vaksin COVID-19 yang dikembangkan China, Filipina memulai kampanye vaksinasi terhadap virus korona pada hari Senin.

Asosiasi Dokter Rumah Sakit Umum Filipina telah mengatakan bahwa Sinovac China memiliki “tingkat ketidaksetujuan yang sangat besar sebesar 95 persen” di antara staf rumah sakit, sementara survei sebelumnya menemukan 94 persen bersedia untuk mengambil jab Pfizer atau AstraZeneca, South China Morning Post dilaporkan.

China telah menyumbangkan 6.00.000 dosis vaksin virus korona Sinovac, yang tiba di negara itu pada hari Minggu.

Kepala rumah sakit negara bagian atas menerima suntikan vaksin pertama. Setelah suntikannya, Gerardo Legazpi, direktur Rumah Sakit Umum Filipina, mengimbau kolega dan publik untuk “memisahkan vaksin dari politik kita … dan [Duterte] administrasi “dan mendapatkan vaksinasi.

Filipina adalah salah satu negara yang paling terpukul akibat COVID-19 di Asia Tenggara. Lebih dari 578.000 infeksi COVID-19 dan lebih dari 12.000 kematian telah dilaporkan di negara tersebut.

Sementara peluncuran vaksin menjanjikan sedikit bantuan, para ahli memperingatkan pemerintah harus mengatasi keraguan publik atas vaksin yang dikembangkan China jika ingin berhasil.

Sentimen terhadap upaya vaksinasi berubah secara dramatis ketika pemerintah mengumumkan pada hari Jumat bahwa pekerja di rumah sakit akan diberi vaksin Sinovac daripada yang dikembangkan oleh Pfizer atau AstraZeneca.

Asosiasi Dokter Rumah Sakit Umum Filipina keberatan dengan apa yang dikatakannya sebagai kurangnya data ilmiah yang dapat diverifikasi seputar vaksin yang dibuat oleh Sinovac, yang belum merilis hasil uji coba tahap ketiga.

Yang menambah keraguan adalah kebingungan atas nasib 525.600 dosis vaksin AstraZeneca yang diklaim juru bicara kepresidenan Harry Roque pada hari Sabtu akan tiba pada 1 Maret.

Beberapa jam kemudian, Menteri Kesehatan Francisco Duque mengatakan ini akan ditunda karena Organisasi Kesehatan Dunia telah memberitahunya tentang masalah pasokan.

Secara keseluruhan, setidaknya 263 petugas kesehatan di enam rumah sakit negara divaksinasi pada hari Senin. Lima belas menunjukkan beberapa reaksi merugikan, mulai dari pingsan tiba-tiba dan pusing hingga sakit kepala.

Seorang frontliner medis mengatakan kepada South China Morning Post bahwa dia akan ragu untuk menerima suntikan Sinovac: “Jika saya divaksinasi dan itu [not fully] efektif, bagaimana meyakinkan ketika saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga? “(ANI)

Prediksi harian Keluaran SGP 2020 – 2021. Bonus gede yang lain-lain muncul dilihat secara terstruktur melewati pengumuman yang kita sisipkan pada situs itu, serta juga siap ditanyakan kepada teknisi LiveChat support kita yg ada 24 jam On the internet untuk melayani seluruh maksud antara pemain. Ayo cepetan sign-up, & dapatkan prize Toto serta Kasino On the internet terbesar yang tersedia di lokasi kita.