Indonesia resmi luncurkan perangko elektronik

oleh Bambang Purwanto

JAKARTA, 2 Okt (Xinhua) — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi meluncurkan segel elektronik dengan nilai nominal 10.000 rupiah (0,70 dolar AS) per materai yang dapat memberikan kepastian hukum terhadap dokumen elektronik.

Menurut Menkeu, pandemi COVID-19 telah mempercepat penerapan teknologi digital, termasuk dalam transaksi tanpa menggunakan kertas.

“Kami terpaksa oleh keadaan untuk membuat banyak transaksi beralih ke platform digital. Transaksi dengan nilai signifikan membutuhkan segel fisik untuk ditempelkan pada dokumen transaksi, sedangkan transaksi digital menggunakan dokumen elektronik,” kata Indrawati saat peluncuran segel elektronik di Ibu Kota Jakarta, Jumat .

Sesuai dengan undang-undang, pemerintah Indonesia telah mengakui bahwa dokumen elektronik adalah dokumen legal yang dapat menjadi objek materai.

Dalam waktu satu tahun, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI melakukan persiapan teknis yang diperlukan untuk bea meterai, bekerja sama dengan percetakan uang negara dan Perum Peruri untuk mewujudkan apa yang dikenal sebagai e-seal atau segel elektronik, kata menteri.

Perum Peruri telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai produsen resmi perangko elektronik di negara Asia Tenggara tersebut.

Perangko elektronik akan mulai digunakan secara bertahap di Indonesia, dengan pengguna pertama adalah bank milik negara, kata Indrawati.

Dikatakannya, Ditjen Pajak dan Perum Peruri akan melakukan pengawasan terhadap pengamanan stempel elektronik untuk mencegah terjadinya tindak pidana termasuk pemalsuan.

Menteri juga meminta Direktorat Jenderal Pajak dan Perum Peruri untuk terus mengedukasi masyarakat tentang keamanan dokumen elektronik dan stempel elektronik.

Indrawati berharap materai elektronik akan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak melalui bea materai.

Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak, berharap stempel elektronik dapat mempermudah transaksi masyarakat khususnya elektronik, dan mengurangi pemalsuan stempel.

Segel elektronik juga diharapkan berdampak positif bagi penerimaan negara, ujarnya, Jumat, seraya menambahkan pihaknya bekerja sama dengan Perum Peruri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan BPKP untuk mengontrol penggunaan stempel elektronik.

E-meterai memberikan kesempatan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya, terutama terkait transaksi perdata antara dua pihak dengan dokumen yang menjadi objek materai, kata Utomo.

Bank Negara Indonesia (BNI) milik negara telah menyuarakan dukungan penggunaan segel elektronik pada dokumen elektronik sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan transformasi digital.

“Penerapan stempel elektronik pada dokumen elektronik merupakan wujud nyata dari transformasi digital yang juga sedang dilakukan BNI,” kata Direktur Usaha Kecil dan Menengah (UKM) BNI Muhammad Iqbal dalam keterangannya, Sabtu.

Iqbal mengatakan sebagai bank milik negara, BNI telah berkomitmen untuk menggunakan segel elektronik di dalam grup BNI untuk mendukung transaksi keuangan digital di Indonesia.

Ke depan, materai elektronik akan digunakan dalam berbagai transaksi elektronik publik yang termasuk dalam kategori transaksi yang dikenai bea meterai, ujarnya.

Aplikasi materai elektronik, kata dia, akan memberikan kepastian hukum bagi dokumen elektronik dan mengoptimalkan penerimaan negara dengan tarif bea meterai saat ini.

Permainan mantap Data SGP 2020 – 2021. Cashback harian lain-lain hadir diperhatikan secara terprogram lewat banner yang kita sampaikan di web tersebut, serta juga siap dichat pada operator LiveChat pendukung kami yg menunggu 24 jam On-line untuk meladeni segala keperluan para bettor. Yuk cepetan sign-up, dan dapatkan promo Undian & Live Casino Online tergede yg hadir di web kami.