‘Ini seperti emas sekarang’: Penjual makanan Indonesia merasakan sejumput kekurangan minyak goreng

JAKARTA – Selama beberapa bulan, penjual jajanan gorengan Jakarta Sumarno kesulitan mengamankan minyak goreng.

Terkadang dia berkeliling beberapa toko serba ada hanya untuk menemukan rak kosong. Jika beruntung, dia bisa mendapatkan minyak dengan harga Rp 20.000 (S$1.87) per liter, 43 persen lebih mahal dari biasanya.

Pada bulan Desember, karena tidak mampu menanggung biaya yang lebih tinggi, ia menaikkan harga tahu goreng isi tauge, banana fritter dan jajanan lainnya sebesar 20 persen menjadi masing-masing Rp 1.500.

“Saya tidak bisa menggunakan lebih sedikit minyak goreng. Itu sangat tergantung pada seberapa banyak saya menggoreng,” kata Sumarno, yang hanya memiliki satu nama, kepada The Straits Times. “Sangat sulit dengan pandemi. Harga minyak goreng meningkat, tetapi pembeli saya lebih sedikit.”

Sementara harga mulai turun dalam beberapa minggu terakhir, pria 57 tahun itu hanya bisa membeli satu kantong minyak 2 liter setiap kali.

“Saya akan menggoreng dengan minyak goreng bekas hari ini yang masih terlihat bening besok dan menambahkannya dengan yang baru,” katanya.

Kelangkaan minyak goreng berbasis minyak sawit yang dimulai pada November melanda Indonesia meski merupakan produsen minyak sawit terbesar dunia.

Pemasok lokal mengekspor lebih banyak minyak sawit di tengah melonjaknya harga komoditas di pasar internasional dan juga mengalihkan produksi mereka ke produksi biodiesel – bahan bakar alternatif untuk kendaraan – dengan menggabungkan minyak sawit dan bahan bakar diesel.

Diperkenalkan pada tahun 2008, program biodiesel berupaya untuk memotong impor minyak mentah dan minyak olahan negara dan meningkatkan konsumsi minyak sawit domestik, sehingga menstabilkan harganya. Untuk menarik produsen kelapa sawit untuk memasok perusahaan biodiesel, pemerintah telah memberikan subsidi tahunan, yang tahun lalu berjumlah hampir 52 triliun rupiah.

Hal ini antara lain berkontribusi terhadap kelangkaan minyak goreng berbasis kelapa sawit di pasar domestik.

Selain pedagang makanan seperti Pak Sumarno, banyak usaha mikro, kecil dan menengah lainnya serta rumah tangga juga menghadapi masalah serupa yang disebabkan oleh kekurangan minyak goreng di pasar tradisional, toko kelontong dan gerai ritel lainnya.

Prediksi oke punya Keluaran SGP 2020 – 2021. Bonus mantap yang lain-lain dapat dipandang secara terjadwal melewati info yang kita lampirkan dalam website ini, lalu juga dapat dichat terhadap operator LiveChat pendukung kita yang tersedia 24 jam On-line dapat mengservis seluruh maksud antara bettor. Yuk langsung join, serta kenakan Lotto dan Live Casino On the internet terbesar yang tersedia di web kami.