Penambangan terkait lagi dengan banjir parah lainnya di Kalimantan Indonesia

  • Banjir baru-baru ini yang melanda bagian timur Indonesia Kalimantan mungkin telah diperburuk oleh deforestasi besar-besaran untuk tambang batu bara.
  • Ada sebanyak 94 konsesi pertambangan batu bara di Kabupaten Berau yang diterjang banjir setinggi 2 meter (6,5 kaki).
  • Dua puluh konsesi terletak di sepanjang dua sungai yang meluap saat banjir.
  • Penambangan ilegal juga merajalela di daerah tersebut, dan polisi telah meluncurkan penyelidikan untuk mengidentifikasi apakah penambangan merupakan faktor dalam memperburuk skala banjir.

JAKARTA — Deforestasi besar-besaran untuk tambang batu bara mungkin telah memperburuk banjir yang baru-baru ini menggenangi bagian timur Kalimantan, Indonesia, jantung batu bara negara itu.

Empat belas desa di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, terendam banjir dari 13 hingga 18 Mei setelah hujan deras mengguyur kabupaten tersebut, menyebabkan sungai Kelay dan Segah meluap.

Banjir setinggi 2 meter (6,5 kaki) menggenangi 2.507 rumah. Badan mitigasi bencana setempat menyebutnya “banjir terbesar setidaknya dalam 10 tahun terakhir.”

Banjir juga menyebabkan jebolnya tanggul di tambang batu bara yang dioperasikan PT Rantaupanjang Utama Bhakti (RUB) pada 16 Mei lalu, menambah volume air banjir.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), pengawas independen, mengatakan banjir kemungkinan diperburuk oleh menjamurnya tambang batu bara di wilayah tersebut, baik legal maupun ilegal. Jatam mengidentifikasi 94 konsesi pertambangan batu bara di Berau, 20 di antaranya di sepanjang sungai Kelay dan Segah. Dikatakan perusahaan-perusahaan ini telah meninggalkan jejak kehancuran di belakang mereka dengan gagal merehabilitasi lubang pertambangan di konsesi mereka.

Hingga tahun 2018, terdapat 123 lubang tambang batu bara di Berau, menurut data dari Jatam.

“Kami menduga praktik pertambangan di hulu Sungai Kelay dan Sungai Segah menjadi biang keladi banjir yang terjadi tahun ini di Kabupaten Berau,” kata Jatam dalam keterangan pers.

Konsesi dengan jumlah lubang terbengkalai terbesar, 45, dimiliki oleh PT Berau Coal. Konsesi seluas 118.400 hektar (292.572 acre), seluas Los Angeles, membentang dari hulu Sungai Kelai hingga Sungai Segah.

“Berdasarkan citra satelit, terlihat telah terjadi pembukaan dan perusakan hutan akibat aktivitas penambangan Berau Coal di hulu kedua sungai tersebut,” kata Jatam.

Berau Coal tidak menanggapi permintaan komentar Mongabay.

Kabupaten Berau juga merupakan sarang penambangan liar. Jatam telah mengidentifikasi 11 lokasi di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sujadi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan instansi pemerintah daerah lainnya dan pemerintah pusat untuk menentukan faktor-faktor yang memperburuk banjir tahun ini.

“Kemungkinan tutupan hutan sudah dibuka sehingga mengurangi resapan air,” katanya.

Polisi provinsi telah meluncurkan penyelidikan mereka sendiri untuk mengidentifikasi apakah aktivitas pertambangan berkontribusi pada skala bencana. Kapolres Herry Rudolf Nahak mengatakan, pihaknya telah menurunkan petugas untuk memeriksa adanya aktivitas penambangan liar di sepanjang dua sungai tersebut.

“Saya tidak mentolerir tambang ilegal di sana,” katanya kepada media lokal.

Ini bukan pertama kalinya banjir yang meluas dikaitkan dengan industri pertambangan di Kalimantan Indonesia. Pada bulan Januari tahun ini, provinsi Kalimantan Selatan dilanda banjir terparah dalam lima dekade, yang menelantarkan lebih dari 113.000 orang dan merenggut 24 nyawa.

Para pemerhati lingkungan mengaitkan banjir dengan deforestasi yang meluas untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara. Sebuah analisis oleh badan antariksa Indonesia menunjukkan area hutan dua kali ukuran London telah dibuka dalam dekade terakhir di daerah aliran sungai yang terkena banjir.

Dua banjir besar dalam kurun waktu lima bulan harus segera ditindak tegas oleh pihak berwenang terhadap industri pertambangan yang sudah lama tertunda, kata Jatam. Direkomendasikan untuk memberlakukan moratorium pada semua kegiatan pertambangan di Berau untuk memberikan waktu bagi penilaian lingkungan menyeluruh dari semua perusahaan pertambangan di sana.

“Tegakkan hukum secara tegas dan terbuka terhadap perusahaan tambang yang nakal,” kata Jatam. “[And] segera pulihkan semua kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan batubara di Berau.”

Gambar spanduk: Banjir menggenangi Kabupaten Berau di provinsi Kalimantan Timur di Indonesia. Gambar milik Paulinus Can Borneo.

KOMENTAR: Gunakan formulir ini untuk mengirim pesan ke penulis posting ini. Jika Anda ingin memposting komentar publik, Anda dapat melakukannya di bagian bawah halaman.

arang, Batubara, Penggundulan Hutan, Bencana, Lingkungan, Banjir, Hutan, Penambangan Ilegal, Penambangan, Deforestasi Hutan Hujan, Penghancuran Hutan Hujan, Penambangan Hutan Hujan, Hutan Hujan, Hutan Tropis



MENCETAK

Info hari ini Data SGP 2020 – 2021. Undian hari ini lain-lain tampak dipandang secara terencana lewat pengumuman yang kita letakkan pada website ini, dan juga dapat ditanyakan terhadap teknisi LiveChat pendukung kami yang tersedia 24 jam Online untuk meladeni semua maksud antara tamu. Lanjut segera join, serta menangkan jackpot Lotre dan Kasino On-line terhebat yg ada di laman kami.