Rusia mengklaim AS menguji obat eksperimental pada tentara Ukraina

Militer Rusia telah mengajukan tuduhan baru tentang penelitian rahasia yang disponsori AS di Ukraina

AS telah terlibat dalam pengujian obat-obatan eksperimental pada “sukarelawan” dari jajaran militer Ukraina, komandan Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologis dan Kimia Rusia Letnan Jenderal Igor Kirillov menuduh selama briefing media pada hari Kamis.

Pengujian obat eksperimental datang dalam apa yang disebut proyek UP-8, yang diekspos oleh militer Rusia awal bulan ini.

“Kami terus mempublikasikan informasi tentang penelitian dengan partisipasi personel militer Ukraina. Saya ingin mencatat bahwa pekerjaan seperti itu dilarang di Amerika Serikat dan dilakukan oleh militer di luar negeri,” kata pejabat itu.

“Menurut data yang dipublikasikan di media Bulgaria, sekitar 20 tentara Ukraina tewas selama percobaan di laboratorium Kharkov saja, dan 200 lainnya dirawat di rumah sakit,” tambah Kirillov, sambil mengklaim bahwa “lebih dari empat ribu orang” terlibat dalam pengujian di Ukraina.

Pejabat itu menyerahkan sebuah dokumen, yang konon dikirim oleh atase militer Ukraina di AS kepada kementerian pertahanan negara itu pada April tahun lalu. Dokumen tersebut menyoroti pertemuan antara atase dan perwakilan perusahaan AS-Kanada Skymount, yang terlibat dalam penelitian terkait AI.

Menurut dokumen tersebut, perusahaan tersebut menunjukkan kepada pejabat Ukraina solusinya dalam pengamatan jarak jauh, serta Deep Drug AI, sebuah sistem yang digunakan untuk menyaring dan mengembangkan obat-obatan. Sistem “melakukan pekerjaan 60 orang per tahun per hari, sangat mengurangi jam kerja manual untuk menghasilkan molekul target baru dari obat yang sudah ada dan disetujui sebelumnya,” menurut pengembangnya.

“Dokumen yang diterima mengkonfirmasi upaya untuk menguji obat yang belum pernah diuji sebelumnya pada [the Ukrainian soldiers]. Kita berbicara tentang sistem penyaringan untuk obat-obatan ‘Deep Drug’, yang belum melewati prosedur perizinan di AS dan Kanada,” kata Kirillov.

Ukraina bukan negara pertama yang digunakan untuk penelitian farmasi yang didukung militer AS, kata Kirillov. Pada 2010, misalnya, Indonesia menutup Pusat Medis Angkatan Laut AS di Jakarta, yang tampaknya terlibat dalam proyek serupa, karena “banyak pelanggaran,” tambahnya.

Moskow mengangkat tuduhan penelitian farmasi dan biologi yang disponsori AS yang dilakukan di laboratorium rahasia yang tersebar di seluruh Ukraina setelah mengirim pasukan ke negara tetangga pada akhir Februari. Serangan itu terjadi setelah kebuntuan selama tujuh tahun atas kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina. Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(RT.com)

Prediksi gede Result SGP 2020 – 2021. Info terkini lain-lain tersedia dipandang dengan terencana melalui pengumuman yg kita letakkan dalam website ini, lalu juga siap ditanyakan pada teknisi LiveChat pendukung kita yang siaga 24 jam On-line guna meladeni seluruh keperluan antara pemain. Lanjut secepatnya sign-up, serta kenakan hadiah Lotere & Kasino On the internet terhebat yg hadir di lokasi kami.